“jadi, masih perlu mengumpulkan keberanian?”

p.s. gambar diatas tidak terlalu berhubungan dengan cerita di bawah.

Dalam rangka iseng luar bisa, copas dari laman multiply gw yg dah lama terbengkalai.
Sebuah kisah yg datangnya ntah darimana.
p.s. gambar diatas tidak terlalu berhubungan dengan cerita di bawah.

Suatu hari ada 3 orang yg saling bersahabat tengah berburu di hutan.
Diego yang mahir berburu tapi kurang mahir berenang.
Juan yang mahir berenang namun meiliki penglihatan yang kurang awas dan Sergio yang memiliki penglihatan tajam namun tidak sabaran.
Setiap kali berburu di hutan, ketiganya selalu saling melengkapi sehingga perburuan mereka selalu berhasil.
Saat mereka tengah berburu di hutan lebat, Sergio melihat seekor monyet di atas dahan pohon dan langsung memberitahukan kepada dua sahabatnya.
Namun sang monyet sudah lebih dahulu mengetahui keberadaan ketiga sahabat tersebut dan langsong melarikan diri dengan melompati dahan-dahan pohon.

Diego yg sangat gesit langsung mengejar monyet tersebut di ikuti Juan dan Sergio di belakangnya.
Pengejaran itu berlangsung hingga mereka sampai di tepi sungai yg berarus cukup deras.
Sang monyet dengan kecekatannya berhasil melompat ke atas ranting pohon yang menjuntai dari sisi sebrang. Diego yang sampai duluan di tepi sungai menghentikan pengejarannya karna menyadari dihadapannya terbentang sungai yg cukup lebar dan dia harus berenang menyebranginya.
Disaat Diego tengah bimbang, datanglah Juan yang langsung terjunk edalam sungai.
Dengan keahlian berenangnya, dia bisa dengan mudah sampai ke seberang. Namun Juan tidak akan sanggup untuk mengejar buruannya tersebut seorang diri.
Dia memilih untuk menunggu sahabat-sahabatnya untuk berburu bersama-sama.

“ayo diego, kamu pasti bisa!!!” teriak Juan dari seberang untuk menyemangati Diego.
Mendengar teriakan sahabatnya, diego hanya bergerak sedikit mendekati tepi sungai.
Tapi tetap tidak juga menceburkan dirinya ke sungai.
“ayo semangat Diego!!!” teriak Juan lagi.
Sergio yang akhirnya sampai ditempat itu langsung menyadari kondisi yang tengah terjadi.
“ayo diego” kata Sergio sambi menepuk pundak Diego.
Namun dorongan dari sahabatnya tidak juga dapat mengusir kebimbangan dari diri Diego.
“ayo Diego”
“aku percaya pada kemampuanmu”
“jangan menyerah”
bergantian kedua sahabat itu menyemangati Diego. namun dia tidak beranjak dari tempatnya berdiri.

Sergio yang sudah habis kesabarannya mulai membentak Diego.
“KAU MAU BERENANG KE SEBERANG ATAU TIDAK!!!”
“iya aku sedang berusaha”
“TIDAK, KAU TIDAK BERUSAHA SAMA SEKALI”
“aku berusaha mengumpulkan keberanianku”
“KALAU KAU BERUSAHA UNTUK BERANI MAKA LOMPATLAH SEKARANG!!”
“tapi…”
“ITU ARTINYA KAU SAMA SEKALI TIDAK BERUSAHA UNTUK BERANI DASAR PENGECUT YANG TIDAK BISA BERENANG”
“hei,,, jangan mengejekku”
“LANTAS APA PENAKUT”
“mengejekku sama sekali tidak membantu”
“AKU AKAN TERUS MENGEJEKMU SAMPAI KAU MAU TERJUN KE SUNGAI ITU”

Juan yang menyadari kejadian itu dari seberang langsung berteriak “Sergio, jangan kau mengejek Diego seperti itu. Diego, tidak usah kau dengarkan perkataan Sergio. teruslah berusaha. kau pasti bisa”
“HAHAHA, JADI KAU MAU TERUS BERUSAHA MENGUMPULKAN KEBERANIAN SAJA DAN TIDAK BERTINDAK”
“baik akan ku tunjukkan padamu bahwa aku bukan pengecut yang tidak bisa berenang”
Diego pun berdiri di tepi sungai dan bersiap untuk terjun. namun beberapa saat, Diego tidak juga terjun.
“YA TUHAN, KASIHANILAH SAHABATKU YANG MENYEDIHKAN INI. JANGAN SAMPAI DIA MENJADI PENGECUT YANG MENGHABISKAN SISA UMURNYA DENGAN MERATAPI NASIB”

Hilang kesabaran di sertai rasa jengkel, Sergio langsung mendorong tubuh Diego dari belakang sehingga tubuh Diego langsung terjun bebas ke dalam sungai.
Kaget, Diego bersusah payah kembali ke permukaan.
Di kerahkan seluruh tenaganya menggerakkan tangan dan kakinya menuju seberang.
Berkali-kali dia timbul tenggelam.
Mulut dan hidungnya pun berkali-kali kemasukan air hingga akhirnya tangannya dapat merasakan padatnya daratan.
Dia berhasil sampai di seberang.

“apa kataku, kau pasti bisa” kata Juan sambil membantu Diego keluar dari air.
Diego hanya bisa tersenyum sambil terlentang menghadap langit.
Terengah-engah mengumpulkan sisa-sisa energinya.

“jadi, masih perlu mengumpulkan keberanian?”
Terdengar suara Sergio yang juga baru keluar dari sungai.
hari itu, ketiganya tidak mendapat hewan buruan.
Namun bagi Diego, hari itu dia mendapatkan satu hal.
Dia Bisa Berenang.

terkadang kata-kata “ayo semangat” “kamu pasti bisa” “berusahalah” dan sejenisnya, tidak cukup kuat untuk bisa menggerakkan diri kita mamulai langkah pertama.
Justru terkadang ejekan, hinaan, di kasihani orang lain, atau bahkan dorongan fisik lah yang memberi kita energi lebih untuk bisa membuat kita ‘terpaksa’ memulai langkah pertama kita.

jadi, mau sampai kapan mengumpulkan keberanian?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s