Journey Through The Papua : MacArthur

Tugu MacArthur

17 Nopember 2012. Hari ketiga dari 4 hari long weekend di bulan nopember. Setelah 2 hari pertama liburan diisi dengan jalan2 ke kantor dan rumah sakit, hari ke 3 ini rencananya mau diisi dengan ngehikki belajar di kosan. Tapi rencana tetaplah menjadi rencana ketika teman2 saya ngajak jalan2 ke sebuah tempat di atas gunung sana. Tempat itu adalah MacArthur.

MacArthur atau lebih tepatnya Monumen Jendral MacArthur terletak di Ifar Gunung, daerah sentani. Jalan menuju lokasi monumen sebenar2nya gampang2 susah. Setelah melewati sentani kota dan pemukiman warga, jalanan berubah menjadi jalanan sepi nan berkelok2. bahkan di tengah jalan terdapat semacam papan peringatan bertuliskan kurang lebih “jika tidak yakin, lebih baik putar balik”. Entah apa maksudnya. Walapun daerahnya cukup sepi, sebenarnya ini adalah daerah latihan Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII Cenderawasih. Jadi yang ingin masuk ke daerah wisata ini harus melapor dan meninggalkan KTP ke pos penjaga terlebih dahulu. Setelah melewati pos penjaga, perjalanan di lanjutkan dengan melewati pemukiman para anggota TNI resimen tersebut.

Daaaan sampailah kita ke sebuah bukit yang langsung menghadap ke Sentani, menyuguhkan pemandangan yg luar biasa. Danau Sentani terlihat indah di bawah sana, Gunung Cyclops tampak gagah di sudut lain serta landasan bandara Sentani yg bikin kangen rumah T_T.

Danau Sentani
Gunung Cyclops
Bandara Sentani

Tempat wisata ini tidak terlalu luas, Dengan Monumen sebagai center, sebuah pusat informasi (yg ternyata di dalamnya ada museum mengenai Jendral MacArthur. saya sendiri baru sekarang dan belum sempat masuk untuk melihat2 informasi didalamnya), beberapa paviliun dan beberapa bangku taman yg menghadap ke sentani, tempat para wisatawan menikmati pemandangan. Konon katanya Jendral MacArthur suka duduk dan memikirkan strategi perang disalah satu bangku tersebut. Sayangnya di tempat ini tidak ada area parkir khusus, sehingga kendaraan di parkir di pinggir jalan yg agak lebar.

Monumen
Monumen
museum




Tempat ini memang salah satu destinasi wisata yg cukup layak untuk didatangi jika sedang di jayapura. Suguhan panorama dan latar belakang sejarang yg sangat menarik yg sayang jika dilewati. Seperti kata sang Jendral, “I came through and I shall return.”. ah, tapi klo udah keluar dari papua saya sih tidak mau lagi kembali kesini kecuali dengan status sebagai wisatawan yg hanya menetap kurang dari seminggu ^_^

RANDOM THINGS

Awan

Kebetulan sore itu langit sedang berawan. Jadi kami terhindar dari teriknya sinar matahari jayapura yg menyengat. Tapi yah kami juga tidak bisa mendapat pemandangan langit yg wah. Tapi saya suka awannya.

Anak muda Jayapura, eksis dimana2…

Selama berada di lokasi, saya cuma cuma menemukan 1 penjual makanan. Dan sebenarnya saya salut dengan bapak ini. Beliau Jauh2 ke atas bukit di tengah hutan demi menjemput Rejeki. Yah, mencari nafkah itu memang berat dan susah. Bersyukurlah bagi kalian yg masih di beri kemudahan.

SAMPAH… ga di pinggir laut, ga di atas gunung, ga di pulau tak berpenghuni, ga di tengah hutan, tetep aja ada sampah berserakan walo sudah di sediakan tempat sampah… mungkin bagi mereka yg melakukannnya, dimana ada sampah tergeletak, disanalah tempat sampah itu berada… miris…

dan baru tau klo titik jayapura 39 dan sentani 5 itu ada disini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s