Journey Through The Papua : Amay Beach

sonna wagamama wo
yasashiku shikaru hito
omochikaeri shite choudai

motto kite kite
KISU wo shite shite
watashi no amai kokansetsu

Ini adalah sepenggal lirik lagu yang menjadi debut single ohori meshibe, orang pertama dari AKB48 yg mendapat kesempatan untuk memulai debut solonya…
errr,,, yah sebenernya ga ada hubungannya sih lirik lagu ini sama jalan2 kali ini,,,
Cuma mirip aja judul lagunya ( Amai Kokansetsu ) sama lokasi jalan2 kali ini ( Pantai Amay ),,,
Makanya pas pertama kali denger pantai amay, yang kebayang langsung lagunya meetan satu ini,,,
Dan selama di tkp, saya selalu bersenandung lagu ini,,, ( ah jadi kangen ama tante hentai satu ini )…
Ok cukup pembukaannya…

24 Desember 2012

Sekelompok orang yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya karna menjadi korban kekejaman maskapai penerbangan yg mematok harga tiket pesawat kelewat mahal, merencanakan suatu perjalanan demi menghabiskan hari libur yg begitu panjang. Sayang klo tidak dimanfaatkan untuk jalan2. Lagian bakal bosen banget klo cuma di rumah aja. Begitu kira2 apa yang ada di benak orang2 ini. Yah walaupun buat saya menghikki di kamar justru menyenangkan. Soalnya banyak hal yg bisa saya lakukan di kamar ini. Tapi yah, tidak ada salahnya juga keluar untuk melihat dunia.

Jadilah tanggal 24 Desember 2012, dengan perlengkapan dan logistik lengkap, 12 orang pergi menuju pantai yg terletak di tempat yg cukup jauh dan agak terpencil. Konon katanya pantainya indah dengan pasir yg lembut. Ditambah lagi di pantai ini terdapat muara sungai yang memiliki air yang sangat sejuk. Salah satu keunikan tersendiri yang dimiliki pantai ini.

Untuk mencapai Pantai ini diperlukan waktu hampir 2 jam perjalanan dari Jayapura menggunakan kendaraan roda 4. Setelah melewati sentani, jalanan dan pemandangan akan berubah,,, errr yah kurang lebih kaya gini lah…

Jalanan sempit (cuma cukup untuk 2 mobil) nan berkelok-kelok dengan hiasan lubang dan hutan di kiri dan kanan akan menjadi santapan selama perjalanan. Serem yah, ga juga sih, kita masih akan bertemu dengan beberapa perkampungan di distrik depapre ini koq. Jadi tenang aja.




Ah iya, jangan lupa berhati-hatilah selama mengendarai kendaraan disini. Karna sering kali babi dan anjing berseliweran di jalanan. Bahaya kalau sampai menabrak 1 saja makhluk ini. Dan jangan lupa pastikan kendaraan anda dalam kondisi baik. Jangan sampai mogok ditengah jalan. Bakal berabe klo sampe itu terjadi.

Dan setelah perjalanan panjang kami pun sampai didekat tabalanusu. Sebelum belokan ke tablanusu kami mengambil arah ke kanan. Kami pikir tujuan kami sudah dekat. Tapi nyatanya koq ga sampe2. Malah terlihat seperti makin menjauh dari arah pantai. Setelah bertanya pada seorang mace yg kebetulan ada di pinggir jalan, barulah kami yakin berada di jalan yg benar. Maklum tidak ada 1 pun dari kami yg pernah menginjakkan kakinya di pantai tersebut. Daaaaannnn akhirnya sampailah kami di tujuan



Kesan pertama,,, errr,,, bener nih ini tempatnya. Sempat agak ragu sih awalnya. Untunglah ada rombongan kantor sebelah yang saya kenal dan meyakinkan bahwa kami di tempat yang benar. Tempat parkirnya tidak meyakinkan dan tidak ada tanda2 pantai disekelilingnya. Dan memang untuk ke pantai kami masih harus berjalan beberapa ratus meter melewati jalan kecil melewati beberapa rumah penduduk lokal. Diujung jalan terdapat jembatan yang mengantarkan kami ke pantai yang kami tuju. Sayangnya diatas jembatan kami dihadang segerombolan anjing galak. Semua Anjing menyalak dihadapan kami. Sempet takut juga sih. Mana ada pace yang lagi duduk2 disitu cuma bilang “jangan takut, cuma selamat datang saja”. swt dah. yah akhirnya sih ngeberaniin diri buat lewat. Walaupun tu anjing malah ngikutin sampe pemondokan dan malah ngaso disana. oTL





Dan kami pun akhirnya masuk ke area pantai. Dan kesan pertama saya, hmmm… errrr… gimana yah, jujur tidak se wah yang saya bayangkan. Entah ekspektasi saya yang terlalu tinggi atau karna kami datang disaat kondisi kurang bagus. Memang sih saat kami datang cuaca sedang mendung. Dan menurut mace yang ada disana malam sebelumnya memang hujan mengguyur daerah situ sehingga pasirnya jadi abu2 dan kurang bagus. Yah, kalo boleh saya bilang kondisi pantai ini hampir sama dengan pantai2 yang pernah saya datangi di sekitaran jayapura. Agak kurang terawat, dengan pemondokan seadanya milik penduduk lokal, dan tentunya sampah bertebaran, baik sampah yang dibawa ombak maupun sampah sisa pengunjung. Masalah sampah ini memang tidak ada habisnya. Tapi bedanya pungutan disini tidak sebanyak di tempat lain. Kami hanya mengeluarkan uang Rp.50.000 untuk parkir 2 mobil dan Rp. 200.000 untuk 2 pemondokan.





Tapi berhubung sudah datang susah2 kesini jadi dinikmati aja lah. Kami pun langsung menggelar pesta bakar batu. Eh, nggak ding, cuma bakar batok kelapa buat bahan bakar ikan. Disaat teman2 saya sibuk menyiapkan keperluan makan, saya iseng2 menyambangi sungai di belakang pemondokan kami yang bermuara langsung di laut. Dan wow, saya mendapati sesuatu yg jarang saya temui di jayapura. Air yang jernih sehingga ikan2 kecil yang berenang didalamnya terlihat jelas. Pinggiran sungai yang masih sangat natural. Saya sempat takjub ketika melihat burung yang terbang meluncur diatas permukaan air. Dan tentunya air nya yang sssuuueeejjuuukkkkk. Yah, mungkin ini lah yg paling mendekati bayangan saya tentang tempat ini.




Dan tidak afdol rasanya kalau ke pantai tapi tidak nyemplung merasakan air laut. Tidak seperti pantai tetangganya ( baca: Tablanusu ) yang penuh dengan batu dan karang, disini pantainya aman sehingga enak untuk nyemplung ke laut. Apalagi kalau berenang di dekat muara, sensasinya, wuiihh, seger bener. Jadi kalau bosan dengan air laut, tinggal pindah ke air tawar. begitu juga sebaliknya. Kedalamannya pun tidak terlalu dalam sehingga aman untuk anak kecil bermain disana. Malah kebanyakan orang dewasa yang bermain air layaknya anak kecil disana. hahahaha. Yah, bahkan dalam diri seorang dewasa pasti masih terdapat jiwa anak kecil didalamnya. Ombak disana pun menurut saya cukup pas. Tidak terlalu tinggi tapi tetap asyik untuk bermain ombak. Apalagi ketika hari sudah sore dimana air mulai pasang, ombaknya pun mulai meninggi. Makin seru lah bermain ombaknya.

Dan tak terasa hampir 5 jam kami berada disana. Saking serunya sampai waktu tidak terasa berlalu begitu cepat. Berhubung cuaca yang mendung dan jalanan yang tidak baik dilewati ketika sudah gelap, maka kami pun memutuskan untuk mengakhiri liburan kali ini. Sayang nya kami tidak bisa menikmati sore di pantai ini. Jika saja kami datang disaat yg tepat mungkin kami bisa mendapati pemandangan yang luar biasa. Tapi yah, segini pun buat saya cukup untuk melepas penat akibat pekerjaan dan tidak bisa mudik. Dan boleh dibilang tempat ini sangat recommended untuk dijadikan destinasi wisata ketika berada di jayapura.


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s