Journey Through The Papua : Mamberamo Raya [part 1]

Oke, Udahan dulu lah ngomongin dedek lucu nya. Toh hidup ini ga melulu soal dedek lucu. Yah walau pun dedek lucu bisa bikin hidup jadi lebih hidup sih. Bisa bikin berubah lah klo kata orang2. Kaya gw ini lah yg jadi lebih sering make bahasa dan tutur kata yg sopan klo di dunia maya sejak dapet banyak temen di fandom ini. Walopun sebenernya klo ngobrol langsung lebih sering ngomong jorok ketimbang yg bersih. Jadi curhat dikit deh. Dah ah, nyok lanjut nulis soal petualangan di wilayah yg agak dalam di tanah papua ini.

Jadi sekitar bulan mei tahun lalu, gw mendapat amanah dari Negara buat melaksanakan salah satu tujuan Negara gw tercinta sebagaimana yang tertuang di pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Terutama buat saudara2 kita di wilayah Mamberamo raya sana. Sebenarnya bos gw yg dari sarmi udah ngajak gw buat pergi ke Mamberamo raya sejak awal tahun 2011. Awalnya gw agak tertarik sama ajakan itu soalnya penasaran juga ama wilayah di luar jayapura. Tapi sayangnya ketertarikan itu sedikit luntur pas denger cerita2 dari senior gw yg udah pernah pergi ke sana. Jadi dulu dia pergi ke Mamberamo numpang kapal barang dari jayapura menelusuri sungai Mamberamo yg konon banyak buaya yg berenang bebas kaya ikan koi di kolam. Perjalanannya sendiri bisa berhari2. Opsi lain selain numpang kapal barang, bisa pake kapal speed kecil dengan rute yg sama ngelewatin sungai Mamberamo. Tapi perjalanan ngelewatin sungai besar ini ga bisa langsung di lewati sekali jalan klo make speed. Tapi harus singgah di beberapa tempat sambil ngeliat kondisi air. Katanya kadang suka muncul pusaran air yg bisa sangat berbahaya. Opsi jalur udara ga selalu ada dan opsi jalan darat juga sama aja. Yah setidaknya itulah yg dicerikatan senior gw. Entah ceritanya bener kaya gitu apa Cuma nakut2in doang. Tapi yg jelas sempet bikin ciut nyali juga sih. Maklum gw kan blom kawin. Masih perjaka tingting. Masih pengen ngerasain gimana rasanya kawin ama dedek lu…… tuh kan balik ke situ lagi. Yah kira2 gitu lah pergolakan yang terjadi di otak gw.

Continue reading

Advertisements
By penyuhijau Posted in Jalan2

Miku’s Journey @ Amay Beach

: “neee,,, penyu-niichan, jangan maen di laut sendirian mulu dong…mentang2 udah ketemu laut, jadi lupa daratan”

: “ah, gomen gomen…”

: “fotoin aku di sungai itu yuk”

: “ah, ok ok”




: “ffuuaahhhh,,, nikmatnya…”


: “loh,, eh eh,,, koq begini…”

: “bwahaahahahaha”


: “kyaaaa!!!! Tasukete!!!!”

Journey Through The Papua : Amay Beach

sonna wagamama wo
yasashiku shikaru hito
omochikaeri shite choudai

motto kite kite
KISU wo shite shite
watashi no amai kokansetsu

Ini adalah sepenggal lirik lagu yang menjadi debut single ohori meshibe, orang pertama dari AKB48 yg mendapat kesempatan untuk memulai debut solonya…
errr,,, yah sebenernya ga ada hubungannya sih lirik lagu ini sama jalan2 kali ini,,,
Cuma mirip aja judul lagunya ( Amai Kokansetsu ) sama lokasi jalan2 kali ini ( Pantai Amay ),,,
Makanya pas pertama kali denger pantai amay, yang kebayang langsung lagunya meetan satu ini,,,
Dan selama di tkp, saya selalu bersenandung lagu ini,,, ( ah jadi kangen ama tante hentai satu ini )…
Ok cukup pembukaannya…

24 Desember 2012

Sekelompok orang yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya karna menjadi korban kekejaman maskapai penerbangan yg mematok harga tiket pesawat kelewat mahal, merencanakan suatu perjalanan demi menghabiskan hari libur yg begitu panjang. Sayang klo tidak dimanfaatkan untuk jalan2. Lagian bakal bosen banget klo cuma di rumah aja. Begitu kira2 apa yang ada di benak orang2 ini. Yah walaupun buat saya menghikki di kamar justru menyenangkan. Soalnya banyak hal yg bisa saya lakukan di kamar ini. Tapi yah, tidak ada salahnya juga keluar untuk melihat dunia.

Jadilah tanggal 24 Desember 2012, dengan perlengkapan dan logistik lengkap, 12 orang pergi menuju pantai yg terletak di tempat yg cukup jauh dan agak terpencil. Konon katanya pantainya indah dengan pasir yg lembut. Ditambah lagi di pantai ini terdapat muara sungai yang memiliki air yang sangat sejuk. Salah satu keunikan tersendiri yang dimiliki pantai ini.

Continue reading

Miku’s Journey @ MacArthur

: “ah iya, kemaren teman saya membawa serta istrinya sebagai model untuk di foto, saya juga turut serta membawa istri model untuk di poto… ne miku-chan…”

: “haiii, penyu-niichan”

: “sejuknya hembusan angin diatas sana sungguh nikmat”

: “hangatnya sinar matahari membuat hangat hati ini”

: “hamparan warna hijau membentang luas sejauh cakrawala”

: “melihat semua ke indahan ini sungguh membuat fresh”

: “tapi melihat bandara di bawah sana malah membuat kangen jakarta… ne penyu-niichan,,, kapan kita pulang ke jakarta?”

: “pulang!??,,, errr,,, nanti yah aku cek harga tiket dulu”

: “huft”

Journey Through The Papua : MacArthur

Tugu MacArthur

17 Nopember 2012. Hari ketiga dari 4 hari long weekend di bulan nopember. Setelah 2 hari pertama liburan diisi dengan jalan2 ke kantor dan rumah sakit, hari ke 3 ini rencananya mau diisi dengan ngehikki belajar di kosan. Tapi rencana tetaplah menjadi rencana ketika teman2 saya ngajak jalan2 ke sebuah tempat di atas gunung sana. Tempat itu adalah MacArthur.

MacArthur atau lebih tepatnya Monumen Jendral MacArthur terletak di Ifar Gunung, daerah sentani. Jalan menuju lokasi monumen sebenar2nya gampang2 susah. Setelah melewati sentani kota dan pemukiman warga, jalanan berubah menjadi jalanan sepi nan berkelok2. bahkan di tengah jalan terdapat semacam papan peringatan bertuliskan kurang lebih “jika tidak yakin, lebih baik putar balik”. Entah apa maksudnya. Walapun daerahnya cukup sepi, sebenarnya ini adalah daerah latihan Resimen Induk Kodam (Rindam) XVII Cenderawasih. Jadi yang ingin masuk ke daerah wisata ini harus melapor dan meninggalkan KTP ke pos penjaga terlebih dahulu. Setelah melewati pos penjaga, perjalanan di lanjutkan dengan melewati pemukiman para anggota TNI resimen tersebut.

Daaaan sampailah kita ke sebuah bukit yang langsung menghadap ke Sentani, menyuguhkan pemandangan yg luar biasa. Danau Sentani terlihat indah di bawah sana, Gunung Cyclops tampak gagah di sudut lain serta landasan bandara Sentani yg bikin kangen rumah T_T.

Continue reading

Journey Through The Papua : Koya

nee,,, ceritanya beberapa waktu yg lalu udah lewat 2 tahun kami pergi jalan2 ke pemancingan di daerah koya
ngapain kami kesana, mau mancing tentunya,,, seenggaknya itu niat awalnya sih, tapi yah niat tetaplah menjadi niat, seenggaknya niat baik sudah dihitung pahala oleh Yang Maha Kuasa…

yah di bawah cuaca yg hujan rintik2 ikan pun pada malas buat maen ke permukaan jadi yah agak percuma sih buat mancing alesan. untungnya perjalanan kali ini ada model yg dibawa. dari pada sia2 jadilah kita adakan sesi photoshot…

Rin

Luka

my fave
my fave

dan sepertinya saya butuh kamera yg lebih bagus…………. atau skill yg lebih mumpuni….